Minggu, 03 Juli 2016

NO SMOOKING...

waktu semakin jauh di penghujung malam dan tinta pun semakin tersudut di ujung pena
tertahan oleh keraguan, dan terdiam oleh kenyataan.
walau kertas putih pasrah menanti tulisan takdir, namun nasib masih enggan menjawab.
jangan kau salahkan sinar bulan, yang semakin pucat menerangi inspirasimu.

Nikmatilah secangkir kopi ini, yang telah mengendapkan ampasnya dan menyisakan kehambaran.
dia telah mengajarkan kepadamu tentang bagaimana memisahkan rasa manis dan rasa pahitnya kehidupan, yaitu dengan ketenangan.

udara malam semakin menusuk tulang, dan jarimu kehilangan kendali untuk menulis.
lupakanlah apa yang hendak kau tulis...
tinggalkan saja inspirasi mu yang masih tersesat dalam labirin istana...
tidak perlu memandang ke depan, karena itu bukanlah teka teki yang harus kau pecahkan sekarang...
jangan melihat ke belakang, biarkan dia tetap di sana, diam dalam keanggunan dan tenang dalam kewibawaan.
menoleh lah ke samping mu... dan lihat siapa yang masih ada bersamamu...

Seperti sebatang rokok ini, yang telah menjadi abu dan menyisakan puntung.
dia telah mengajarkan kepadamu tentang bagaimana caranya berhenti merokok, yaitu dengan tidak mengisap rokok...


a10g collet.
03/07/2016
Caffe & Chef KDI

Sabtu, 12 Juli 2014

Di mana Aku Di sini

Kita mungkin tidak bisa memilih dari mana kita berasal
tapi setidaknya kita bisa memilih kemana kita akan menuju
hidup bukanlah air yang mengalir, tapi aliran air lah yang dinamakan kehdupan
air yang mengalir hanyalah jejak-jejak dari kehidupan yang telah dilalui
arah aliran itulah yang akan membuat air yang mengalir menjadi sumber kehidupan bagi makhluk lain...

kita adalah benih, satu-satunya benih yang telah ditabur di atas bumi... yang akan tumbuh oleh rangsangan sentuhan alam.
apakah kita akan tumbuh menuju sumber cahaya, atau tumbuh membelit penopang dan tumbuh lurus bila menyentuh sesuatu?
kita adalah bagaimana kita merespon alam... karena kita adalah buah pikiran terhadap alam...

kendari, 120714
22.07
a10g collect.

bukan alam mbah dukun

Minggu, 23 Oktober 2011

Sangat Super Spesial...

Hai kunang-kunang manis...
Untukmu panggilan itu terdengar pantas...
Terangi setiap sudut gelap jiwa di mana keraguan tersungkur malas...
Ramaikan setiap khayal saat harapan lewat hanya sepintas...
Ingat kah kamu saat kau hanya melintas dan membuatku gemas...?
Waktu itu sosokmu telah membuatku tak waras...
Anggaplah saat ini aku hanya seorang pelukis tak berkuas...
Tapi aku penuh imajinasi tentang kita yang akan mengarungi samudera luas...
Ini bukanlah sebuah sajak rayuan, tapi hanya sebuah memo penyemangat bagiku, saat kenyataan membuatku tertidur pulas...

Taiko...

Idealisme memang tercipta dari sebuah pemikiran... Namun hanya bisa terlahir dari sebuah tindakan.
Ibarat bayi, dia suci dalam kandungan, terlahir tanpa dosa dan akhirnya ternoda akibat kehidupan nyata.
Alam ide memang alam suci, penuh kebaikan, tanpa dosa.
Tp sanggupkah dia melawan arus kenyataan yang membalikkan keindahannya saat msh ada dlm pikiran?

Bukannya melarang untuk berpikir, berpikirlah tentang apa yang seharusnya...
Bukannya melarang untuk berkompromi dgn kenyataan, tp belajarlah untuk memenangkan negosiasi antara ide dan aplikasi.
Kita tak berdaya saat mencoba berkompromi dgn alam materi, krn memang dia punya nilai tawar yang riil.
Sedangkan alam ide, hanya mengiming-imingkan kepuasan dan kemenangan jiwa yang sifatnya immateri.

Hanya perkara negosiasi... Memenangkan alam ide dengan ttp mengakomodir kenyataan lapangan.
Jangan tanya bagaimana jenisnya?? Inti dari negosiasi adlah win-win solution teman....


@tiam arif rate
140711

Romeo must die...

Bukankah sebuah rasa, mempunyai bahasa universal untuk diungkapkan?

Lalu mengapa harus b'tanya tentang melody jiwa yang dianggap itu sumbang?

Penyair merangkumnya lewat puisi indah, pemusik menerjemahkannya melalui nada yg lembut, penari mengekspresikannya dalam tarian eksotik, ato pemahat yg mewujudkannya pd sebuah ukiran.

Semua adalah ungkapan rasa dalam sebuah media.

Tdk perlu disangsikan medianya, tp cukup khayati rasa yang mengalir dalam ciptaannya.

Bila kau percaya bahwa alam mempunyai jutaan bahasa dalam rasa, maka mungkin aku hanya pandai menggunakan 1 diantaranya... Bahasa rasa yang pernah ku wujudkan pada mu...

Whoaaaam...

100111

a10g collect.

u give u're self away

ada bahasa dalam kebiusan ini.
Bahasa yang hanya bisa t'ucap dari cara kita saling memandang.
Bahasa dari jiwa yang saling m'ekspresikan rasa rindu.
Ato bahasa alam yang menyelimuti kebisuan ini.

Kebisuan ini tidak meninggalkan keheningan.
Karena seluruh raga saling menumpahkan perasaan, tanpa kata2, tanpa gerakan, cukup dengan kebisuaan ini.
Jiwa saling merangkul mesra, meresap hingga menghangatkan relungnya yang sepi, penuh irama yang mengiringi kebisuan ini.

Tak perlu kata-kata dalam pertemuan kita...
karena kita telah sepakat, bahwa kata-kata lah yang m'buat kita tak dapat saling b'temu...dan menikmati kebisuan ini.



A10G.collect.
Tak ada yg abadi, t'masuk p'pisahan itu sendiri.
091110

Masih pagi....

Dia merindukan malam... agar dapat sembunyi dalam selimut gelapnya, menghindari hangat tatapannya yang memaksanya bermimpi di siang bolong.

Dia selalu menanti saat hujan datang... Bermain sesuka hati dalam derai air yang turun, membilas sisa jejakanya dalam lorong waktu.

Dia menginginkan panas mentari.... Meneteskan peluh, mengaburkan kesedihan agar dia tampak tegar pada alam.

Dia menabur dendam pada senja... Yang selalu mengajarkan kebijakan tentang tak ada yang abadi....tapi mengapa ia masih ada di sini?

a10g collect. 4lhafo @room 110910