Lama tidak pernah berkisah......
jadi ingin bernolstalgia dengan kenangan, membuka lembar sejarah yang terbungkus rapi dalam rangkuman buku komik....
Simpang tiga.... Jalanan itu tetap sama, di salah satu sudutnya terdapat toko cina, tempat kau menungguku dalam balutan jubah rindu.
Senyum licik....milik Si penjaga toko, yang dengan sigap segera menyambut kedatanganku, seakan dia sangat paham, knp aku harus menjemputmu di sana, bukan di depan pagar orange yang mengililingi rumahmu.
Tak ada senyum kecut yang menyambut.... walau waktu penantianmu cukup lama untuk mengucurkan keringat dan melunturkan bedak yang kau pakai.
Walau tanpa mawar di tangan....Namun kedatanganku tetap kau sambut dengan romantis, dengan mesra kau merangkul tanganku sebagai pengganti kecupan kecil seperti yang biasa dilakukan bule di film-film barat.
Simpang tiga...jalan yang memang harus kita lalui....walau akhirnya tak searah, namun setidaknya kita pernah melalui jalan yang sama menuju romantika mimpi dan harapan.
Senyum licik.....milik Sang pemenang yang selalu mengusik ikhlasnya saat kulepaskan dekapakan hangatmu.
Tak ada senyum kecut.....meningat kesabaranmu menantiku membangun romantika menjadi kenyataan, walopun akhirnya waktu tak berpihak pada kita.
Walau tanpa mawar di tangan.... yang kita lalui sudah cukup sebagai kisah romantik yang kurangkum dalam sebuah komik....yang selalu kubaca sebelum tidur dan membuatku tersenyum dalam mimpi....
Hanya dalam mimpi......
a10g collect
@mabes
181109
Ampumma......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar