Minggu, 23 Oktober 2011

Orinal Sin

Terlalu indah…jika kita hanya duduk berpangku tangan melihat anak-anak menari riang menyambut pelangi setelah bermain dalam derasnya hujan.

Sangat kehilangan…kalau tiupan angin hanya membawa kabar tentang wangi taman bunga yang telah ditanam oleh tangan-tangan keras, pemilik hati penuh cinta.

Penuh kekurangan…bila teman kita adalah setumpuk popcorn dan segelas besar cola, menonton adegan demi adegan, menyaksikan semua tragedi, mengomentari jalannya cerita dan selalu merasa takjub tanpa pernah merasa bangga.

Hanya kekosongan…segan bermain hujan padahal ada indahnya pelangi yang menanti sesudahnya, enggan memetik bunga karena takut tertusuk durinya, takut ikut dalam cerita karena paranoid dengan film-film yang sudah ditonton, tak sanggup melakukan apa-apa karena merasa diri bukan apa-apa hingga tak layak untuk mendapatkan apa-apa.

Kita adalah apa yang kita ambil dari alam…maka kita akan melihat alam sebatas apa yang telah kita ambil darinya.

Kita adalah apa yang telah kita dapatkan dari alam…maka kita akan dipandang dengan apa yang telah kita dapatkan darinya.

Alam penuh dengan keadilan, dialah filushuf tanpa kalimat bijak…

a10g collec.

kmr kerja prod.

04112008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar